Suara Warga

Mencari Temanku yang Hilang

Artikel terkait : Mencari Temanku yang Hilang

Sahabatku

Kau sudah pulang rupanya

Oleh oleh kurma mu terasa lezat

Tapi kenapa kurma ini terasa menyangkut di kerongkongan

Rupanya kurma arab memang beda

Sahabatku

Kuamati kau nampak berubah

Jenggotmu makin panjang walaupun helai nya bisa kuhitung dgn jari

Lingkaran hitam di dahi mu makin pekat

Rupanya panas angin gurun telah merubahmu

Sahabatku

Kau makin membuatku terpesona sekaligus takut

Ketika kau bicara tentang islam yg murni dari arab

Bahasa dan tutur kata mu tidak begitu kukenal lagi

Engkau begitu fasih bicara bid’ah

Semua yg kulakukan jadi salah di matamu

Kenapa semua penduduk di kampung ini membuat mu sesak nafas

Ibadah ritual yg dulu kita kerjakan bersama sama membuat hati mu gundah

Pelukan hangat dan jabatan erat hanya berbalas tatapan sinis dan senyuman yg mudah di artikan

Sahabatku

Aku betul betul kehilangan mu

Penduduk kampung ini jd takut padamu

Karena islam mu begitu murni dari arab sana

Tapi panasnya gurun pasir mgkn telah membuatmu kehilangan empati

Sehingga mudah mengatakan kami kafir,kami bid’ah,kami tdk menjalankan islam dgn benar yg sesuai dgn apa yg kau lihat di sana

Padahal kita pernah tidur di masjid yg sama

Mengaji bersama sama

Dengan guru yg sama

Sahabatku

Aku sudah betul betul kehilanganmu

Hanya fisikmu yang hadir disini

Tapi kehangatan mu sebagai seorang sahabat sudah hilang di telan badai gurun pasir

Bagaimana lagi ?

Kemana lagi ?

Aku harus mencari dirimu

Yang sudah menghilang di sapu badai gurun pasir

Terbenam dan tidak pernah muncul lagi




Sumber : http://ift.tt/1pKFGMG

Artikel Kompasiana Lainnya :

Copyright © 2015 Kompasiana | Design by Bamz