Tidak Adilnya Hukum Di Indonesia
Buruknya hukum di Indonesia tak bisa memberikan keadilan kepada masyarakat. Kesenjangan keadilan yang dirasakan rakyat semakin meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Kekerasan dan main hakim sendiri menjadi jalan bagi masyarakat kecil untuk mencapai keadilan, sementara uang dan jabatan digunakan kalangan elit untuk memperdaya supremasi hukum. Buruknya mentalitas aparat berawal dari buruknya sistem rekrutmen di masing-masing lembaga penegakan hukum. Prinsip upeti atau uang pelicin diduga masih menjadi pedoman dalam seleksi pemilihan. Alhasil, kinerja aparat pun menjadi tidak berkualitas. Dengan adanya uang, hukum dapat dibeli di Indonesia, seperti kepada polisi ataupun hakim di pengadilan. Pembuatan surat ijin mengemudi dapat dibeli oleh siapa saja di kantor polisi dengan merogoh kocek ratusan ribu rupiah, begitu juga dengan polisi lalu lintas, saat menilang para pengendara bermotor yang melanggar rambu-rambu lalu lintas, mereka dapat dibayar oleh pengendara agar mereka tidak perlu mengikuti sidang. Hakim di Indonesia, yang seharusnya menjadi orang yang menuntut keadilan se adil-adilnya juga dapat dibayar oleh orang yang diadilinya supaya memenangkannya dalam sebuah kasus. Hal-hal tersebut sudah biasa terjadi di Indonesia, bukan tidak mungkin para aparat penegak hukum sekarang ini hanya bertujuan untuk mendapatkan jabatan yang diinginkan tetapi tidak dapat bertanggung jawab untuk menegakan keadilan di Indonesia.
Sumber : http://ift.tt/1nZFtKX
Sumber : http://ift.tt/1nZFtKX